Breaking News
Loading...
Wednesday, June 17, 2020

Covid-19 Semakin Mengerogoti Produksi Alat Berat oleh - alatberatsakai.xyz

Halo sahabat selamat datang di website alatberatsakai.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Covid-19 Semakin Mengerogoti Produksi Alat Berat oleh - alatberatsakai.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Kapasitas produksi alat berat di Indonesia semakin tergerus oleh dampak penularan virus corona baru Covid-19.

Area uji coba produk-produk Komatsu pada fasilitas produksi Komatsu Indonesia di kawasan Jakarta Utara (Foto: KI)

Penularan Covid-19 di Indonesia telah melumpuhkan perekonomian nasional. Hampir semua sektor usaha terimbas, tak terkecuali industri alat berat. Dampak penularan virus corona ini terhadap industri alat berat akan berubah setiap hari. Hingga saat ini sektor-sektor yang mengandalkan operasi-operasi peralatan berat belum juga menggeliat. Proyek-proyek infrastruktur dan kegiatan-kegiatan tambang belum menunjukkan tanda-tanda akan mulai kembali. Kondisi ini menyebabkan bisnis jual beli dan rental alat berat makin sepi yang, pada gilirannya, berimbas terhadap kapasitas produksi yang makin merosot. Bisnis pembiayaan (leasing) pun ikut tiarap.

Sejak pemerintah memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di berbagai daerah untuk mengendalikan laju penyebaran virus yang mematikan itu sebagai ganti dari kebijakan lockdown yang diterapkan di beberapa negara, aktivitas warga di luar rumah sangat dibatasi, termasuk untuk bekerja. Konsekuensinya, banyak kegiatan bisnis berhenti, bahkan tidak sedikit ditutup untuk selamanya. Sementara pemerintah masih terus memperpanjang masa PSBB di berbagai daerah karena penularan Covid-19 belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Bahkan para ahli kesehatan memprediksikan bahwa penyebaran virus corona di Indonesia belum mencapai puncaknya. Ini menjadi alasan mengapa pemerintah belum bisa melonggarkan PSBB.

Ikuti protokol pemerintah

Compactor Roller SV525D (Foto: EI)

Kalau krisis kesehatan global ini berlarut-larut di Indonesia, apa dampaknya terhadap industri alat berat nasional, terutama dari sisi kapasitas produksi? Ketua Himpunan Industri Alat Berat Indonesia (Hinabi), Jamaluddin, mengatakan produksi alat berat dalam negeri dipastikan akan melorot tajam akibat wabah Covid-19. Industri alat berat Indonesia selama ini sudah terganggu oleh gejolak harga batu bara. Penyebaran virus corona membuatnya semakin parah.

Menurut Jamaluddin, prediksi penurunan pasar alat berat sebelum Covid-19 hanya 7% dari tahun 2019. Namun, karena imbas dari Covid-19, penurunannya ditambah 45% lagi, sehingga totalnya menjadi 52% (Equipment Indonesia, April 2020).

Penurunan yang begitu drastis, lanjut Jamaluddin, disebabkan karena produsen-produsen alat harus menyesuaikan operasi-operasi mereka dengan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Ditambah lagi oleh pasokan bahan baku yang masih banyak kendala karena mobilitas yang dibatasi dan permintaan yang turun karena daya beli rendah. Mencermati kondisi krisis ini, Hinabi memperkirakan produksi alat berat tahun ini berada di level 3000-an unit, turun dari 6.060 unit total produksi yang dicapai tahun lalu.

Salah satu produsen alat yang merasakan imbas dari pandemi Covid-19 ini adalah Komatsu Indonesia (KI). Pabrikan ini mengakui krisis kesehatan global ini sangat memengaruhi aktivitas bisnisnya. Beruntung, perusahaan ini mendapat ijin khusus untuk tetap beroperasi. Komatsu Indonesia adalah salah satu industri strategis yang bergerak di bidang pengecoran logam, fabrikasi, perakitan serta melakukan ekspor komponen-komponen (seperti hasil pengecoran logam/casting dan komponen-komponen lainnya) yang yang sangat mendukung devisa negara. Tetapi, kapasitas produksinya cenderung menurun, karena Komatsu Indonesia tetap mengikuti dengan ketat protokol kesehatan yang diatur oleh Pemerintah Daerah dan Kementerian Perindustrian.

Misalnya, penerapan kebijakan Work from Home (WfH) dan 50% kehadiran dari tiap karyawan sesuai dengan peraturan pemerintah untuk kebijakan industri strategis. “Sistem kehadiran seperti ini tentunya menurunkan waktu produksi yang sudah diatur sebelumnya,” kata Komatsu Indonesia kepada Equipment Indonesia, Selasa (28/5).

Kendala lainnya adalah tersendatnya rantai pasokan. Beberapa supplier dari Komatsu Indonesia tidak mengantongi ijin khusus untuk tetap beroperasi dari Kementrian Perindustrian. Hal itu membuat pasokan beberapa komponen cenderung terhambat. Beberapa komponen yang dipasok oleh grup Komatsu global juga tersendat.

Walaupun waktu kerja dipangkas separuh dan rantai pasokan sedikit terganggu, Komatsu Indonesia selalu berupaya untuk tetap mengedepankan kualitas produk dan orientasi kepuasan pelanggan dengan disain dan pengembangan inovasi produk. Produsen ini juga tetap berkomitmen untuk selalu mengedepankan kesehatan dan keselamatan setiap karyawan dan keluarga.

“Sebagai perusahaan manufaktur dengan jumlah karyawan sekitar 1,600 orang, kami menyadari potensi gangguan kesehatan sangat mungkin terjadi di tengah pandemi ini. Untuk itu kami membentuk ‘Tim Gugus Tugas Komatsu Tanggap Covid-19’ yang jangkauannya menyeluruh dan mencakup seluruh grup Komatsu di Indonesia.”

Revisi target

Tire Roller TS205 (Foto: EI)

PT Sakai Indonesia adalah pabrikan alat lain yang sangat merasakan dampak Covid-19. Sebagaimana produsen-produsen lainnya, Sakai Indonesia pun terkena dampak negatif  penularan Covid-19.

“Sama seperti para pemegang merek alat berat lainnya, kami pun terdampak oleh Covid-19. Sudah terjadi penurunan permintaan dibandingkan dengan tahun lalu dan semakin lama berakhirnya pandemi ini, penurunan permintaan semakin besar yang akan berdampak pada penurunan kapasitas produksi,” kata Arif Rahman, Assistant Manager Sales Department PT Sakai Indonesia kepada Equipment Indonesia, Rabu (15/4).

Di samping berdampak terhadap kapasitas produksi, lanjut Arief, wabah tersebut memaksa pabrikan asal Jepang ini untuk melakukan revisi target, jumlah produksi dan peluncuran produk-produk baru. “Dengan adanya Covid-19 ini, maka terjadi revisi target, jumlah produksi dan peluncuran produk baru,” ujarnya.

Tahun lalu PT Sakai Indonesia, yang dikenal sebagai produsen mesin-mesin konstruksi jalan ini, meresmikan pabrik baru di kawasan industri EJIP Industrial Park, Cikarang, Jawa Barat. Kehadiran fasilitas produksi baru seluas 5,2 hektar ini akan meningkatkan kapasitas produksinya guna memenuhi kebutuhan alat pembuat jalan yang terus meningkat di berbagai pasar, baik pasar domestik maupun ekspor. Selain memproduksi model-model yang sudah ada, yaitu Vibrating Single Drum Roller dan Pneumatic Tired Roller, pabrik anyar ini akan memproduksi tipe alat baru, Road Stabilizer. 

Untuk menekan dampak penularan Covid-19, pabrikan ini menerapkan berbagai langkah. “Di internal, kami menerapkan kesehatan dan keselamatan adalah utama. Di antaranya mengurangi jumlah shift secara bergantian, menerapkan Work from Home, pengurangan pertemuan tatapan langsung dan diganti dengan teleconfrence dan lain-lain. Selain itu, kami menerapkan pengelolaan yang lebih efisien tanpa pengurangan karyawan,” jelas Arief sembari berharap tidak ada lagi kejadian seperti ini pada masa yang akan datang.

Produksi beberapa model ditangguhkan

Togar H. Pangaribuan, Director HCMI (Foto: EI)

PT Hitachi Construction Machinery Indonesia  (HCMI) juga merasakan dampak buruk dari pandemi virus corona baru ini. Director HCMI, Togar H. Pangaribuan mengatakan produsen alat berat merek Hitachi ini jelas terkena dampak penularan Covid-19. Akibatnya, proses pembuatan beberapa model alat pada fasilitas produksinya mengalami penangguhan. “Ada penangguhan untuk hampir semua model,” kata Togar kepada Equipment Indonesia, Rabu (15/4). 

Seperti Komatsu Indonesia, HCMI menghadapi krisis kesehatan global ini dengan mengikuti protokol yang ditetapkan oleh pemerintah pusat maupun daerah. Adapun ketentuan-ketentuan yang diwajibkan pemerintah, antara lain, menjaga jarak sosial (social distancing), mencegah kerumunan, mengenakan masker, rutin mencuci tangan dan menyemprotkan desinfektan. “Setiap hari kami memonitor kondisi karyawan-karyawan kami,” ia menambahkan.

Togar mengakui pandemi ini sebagai kejadian di luar dugaan, sehingga tidak mudah untuk melakukan antisipasi. Tetapi, dia berharap, pemerintah memberikan informasi dan melakukan antisipasi sesegera dan seterbuka mungkin sehingga bisa dipersiapkan segala hal yang dibutuhkan dengan tidak dipermainkan oleh penimbun barang tertentu yang memang menjadi kebutuhan umum industri maupun masyarakat. #

245 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Itulah tadi informasi mengenai Covid-19 Semakin Mengerogoti Produksi Alat Berat oleh - alatberatsakai.xyz dan sekianlah artikel dari kami alatberatsakai.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Next
This is the most recent post.
Previous
This is the last post.

0 comments:

Post a Comment

Quick Message
Press Esc to close